MENGHADIRKAN TANDA-TANDA KERAJAAN ALLAH
Matius 5:1-12
Ada peribahasa yang mengatakan, “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian; bersakit-sakit dahulu, bersenangsenang kemudian.” Artinya, segala jerih lelah tidak akan berbuah pahit, atau hasil tidak akan mengkhianati proses.
Sepuluh Ucapan Bahagia adalah bagian dari khotbah Yesus di bukit yang sangat terkenal. Kesepuluh Ucapan Bahagia tersebut menggambarkan kondisi yang tidak menyenangkan, atau setidaknya dinilai lemah. Sama sekali bukan gambaran ideal yang dicita-citakan oleh dunia ini. Namun, dalam ucapan kesepuluh, yang merupakan penutup dari rangkaian Ucapan Bahagia tersebut, ditegaskan dua hal. Pertama, ada upah besar bagi setiap orang yang membangun kehidupan dalam semangat Kerajaan Allah. Kedua, perikehidupan semacam itu adalah perikehidupan para nabi yang mengabdikan hidupnya bagi Allah. Itu adalah kehidupan yang suci.
Hal itu juga merupakan panggilan suci dari Yesus bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. Kita semua dipanggil untuk menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah. Tentu, hal ini tidak mudah. Tetapi, bila kita bersedia berjuang, maka berbahagialah kita, karena kita beroleh berkat dari Tuhan, yaitu mendapat kesempatan untuk membangun kehidupan yang suci. Kita berjalan dalam perarakan para nabi Tuhan yang mengabdikan hidupnya untuk mewujudkan kehendak-Nya. Segala jerih lelah yang dilakukan untuk Tuhan tidak akan pernah sia-sia. (Wasiat)
DOA: Tuhan, ajar kami untuk terus membangun kehidupan yang menghadirkan tanda-tanda Kerajaan-Mu. Amin.